ARTIKEL
Batik Tulis Gumelem: Udan Liris dan Rujak Senthe sebagai Warisan Ragam Budaya
Desa Gumelem, selain dikenal sebagai desa yang religius dan penuh tradisi, juga memiliki kekayaan seni yang khas dalam bentuk batik tulis. Motif batik Gumelem yang paling dikenal adalah “udan liris” dan “rujak senthe”, dua corak yang memiliki akar filosofi dalam budaya Jawa klasik. Motif “udan liris” melambangkan harapan dan keteguhan dalam menghadapi kesulitan, sedangkan “rujak senthe” menyiratkan keberagaman dalam harmoni. Keduanya menampilkan garis-garis dan pola simbolik yang menyerupai motif-motif batik keraton seperti Sidomukti dan Sidoluhur. Para pembatik di Gumelem sebagian besar adalah perempuan yang mewarisi keahlian ini dari ibu dan nenek mereka, dan proses pembuatan batik tulis dilakukan secara manual dengan malam (lilin batik) dan canting. Karya mereka bukan hanya kain untuk dikenakan, tetapi juga bentuk ekspresi budaya yang sarat nilai estetika dan makna. Dalam setiap goresan canting dan warna alami, tersimpan kisah tentang identitas, ketekunan, dan rasa cinta terhadap tanah kelahiran. Di tengah maraknya batik cetakan massal, batik Gumelem tetap mempertahankan nilai orisinalitas dan kesakralan proses.
Artikel saat ini masih dalam tahap pengembangan. Informasi akan terus diperbarui seiring dengan proses pendataan dan verifikasi dari berbagai sumber resmi. Mohon kesabarannya, dan pantau terus untuk mendapatkan informasi terbaru.